Setidaknya ada masanya
Merangkum, meski tak semua
Bukan hitam atau putih
Meski juga bukan abu-abu
Sungguh tak berbentuk ia
Namun nyata di denyut nadi…
Setidaknya ada masanya
Merangkum, meski tak semua
Bukan hitam atau putih
Meski juga bukan abu-abu
Sungguh tak berbentuk ia
Namun nyata di denyut nadi…

Rinai berlomba
Mendung tak ubahnya naungan dikala terik
Tak perduli berapa banyak titik air tercurah
Basah.. hanyalah tanda dari kuncup yang baru
Mungkin tak kau pahami
Bahkan pada terangnya cahaya
Bukankah telah tetap berita
Hanya saja angan enggan beranjak....
Syahdu…
Pasrah malam dalam rangkuman fajar
Lembut lantunan subuh
Sapuan warna pada langit yang samar
Indah kemilau
Pijar cahaya
Sejuk menyelusup ke bilik yang dalam
Hirupkan aroma kehidpan tanpa ragu
Iringi semaraknya debar jantung
Sungguh, nikmat manakah yang hendak didustakan?
Pada jiwalah letak keindahan hakiki